Rapat Koordinasi dan Pembahasan AMI, Monev, RTM, dan RTL Bersama UPM, GPM, dan Kaprodi

Rapat Koordinasi dan Pembahasan AMI

Baubau, 21 Agustus 2026 — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Muslim Buton melaksanakan Rapat Koordinasi dan Pembahasan Audit Mutu Internal (AMI), Monitoring dan Evaluasi (Monev), Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), serta Rencana Tindak Lanjut (RTL) pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai, bertempat di Ballroom Al-Munawwara Universitas Muslim Buton.

Rapat diikuti oleh unsur Unit Penjaminan Mutu (UPM), Gugus Penjaminan Mutu (GPM), dan Ketua Program Studi (Kaprodi) sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di lingkungan Universitas Muslim Buton. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Bapak La Ode Muhammad Alfian Zaadi, S.Sos., M.I.Kom.

Dalam arahannya, Ketua LPM menegaskan bahwa penyusunan laporan AMI, Monev, RTM, dan RTL perlu dilakukan secara sistematis, sederhana, efektif, dan berbasis data. Setiap unit kerja diharapkan tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga mampu menunjukkan kondisi nyata, mengidentifikasi masalah, serta menyusun solusi dan tindak lanjut yang terukur.

Salah satu hal yang ditekankan dalam rapat adalah pemanfaatan Instrumen F01 sampai dengan F06 sebagai alat bantu utama dalam penyusunan dokumen mutu. Dengan menggunakan instrumen tersebut, proses penyusunan laporan diharapkan menjadi lebih mudah, terarah, dan efisien karena data yang dibutuhkan telah disusun dalam format yang sistematis.

Instrumen F01 dan F02 SPMI diarahkan untuk mendukung proses audit, mulai dari identifikasi unit kerja yang diaudit, standar yang diaudit, checklist pemenuhan kriteria standar, ringkasan temuan audit, daftar dokumen atau bukti yang diperiksa, rekapitulasi profil risiko audit, hingga kesimpulan dan pengesahan hasil audit.

Selanjutnya, Instrumen F03 Monitoring Bulanan SPM digunakan untuk memantau perkembangan mutu secara berkala. Instrumen ini mencakup identitas program studi, data umum program studi setiap bulan, capaian indikator mutu, analisis risiko, rekapitulasi capaian dan profil risiko, analisis indikator yang bermasalah, identifikasi risiko baru, kendala yang dihadapi, rencana tindak lanjut bulan berikutnya, serta peringatan dini dan status eskalasi.

Sementara itu, Instrumen F04 Evaluasi Program Studi SPMI Berbasis Risiko memuat identitas program studi, ringkasan eksekutif, analisis SWOT, rekomendasi dan target, serta pengesahan. Instrumen ini diharapkan membantu program studi melihat kondisi mutu secara lebih menyeluruh dan menentukan prioritas perbaikan berdasarkan risiko dan kebutuhan nyata.

Untuk Instrumen F05 Tracer Study dan Kepuasan, pembahasan mencakup identitas dan periode, target acuan berdasarkan Renstra dan SN-Dikti, status pengisian data, dashboard rekapitulasi otomatis, serta analisis risiko tracer study. Sedangkan Instrumen F06 Profil SDM, Kurikulum, dan Kerja Sama mencakup profil SDM khususnya DTPS, kurikulum dan pemetaan CPL-MK, roadmap penelitian dan PkM, kerja sama dan MoU, serta profil risiko keseluruhan.

Melalui penggunaan instrumen F01–F06 tersebut, penyusunan laporan diharapkan tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan administratif semata. Fokus utama laporan adalah melihat apa yang sudah tercapai, apa yang belum tercapai, mengapa target belum tercapai, serta apa solusi yang harus dilakukan agar target dapat dicapai.

Karena itu, setiap temuan atau indikator yang belum memenuhi target perlu disertai narasi yang jelas, analisis penyebab, solusi, penanggung jawab, serta rencana tindak lanjut. Dengan pendekatan tersebut, laporan AMI, Monev, RTM, dan RTL dapat menjadi dokumen yang benar-benar digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu, bukan sekadar menjadi dokumen pelaporan.

Rapat ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara LPM, UPM, GPM, dan program studi dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Melalui pengelolaan data yang baik, identifikasi risiko yang tepat, serta tindak lanjut yang konsisten, Universitas Muslim Buton terus berkomitmen mewujudkan sistem penjaminan mutu yang efektif, efisien, terukur, berbasis risiko, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Bagikan

WhatsApp
Facebook
Twitter
Telegram